CERPEN (cerita pendek)
Dia yang Terdekat
Derasnya hujan siang itu membuat Kia gadis kecil berusia 8 tahun
tertahan di halte depan sekolahnya, awalnya dia bersama teman-temannya namun
satu persatu teman-temannya di jemput orang tua mereka masing-masing, kini
tinggal Kia yang berada di halte itu. Sudah satu jam lebih dia menunggu namun
tak ada tanda-tanda orang tuanya akan menjemput, akhirnya Kia memutuskan untuk
pulang dengan jalan kaki, jarak sekolah dari rumahnya sekitar 2 km cukup jauh
jika berjalan kaki apalagi untuk anak seusianya. Hanya beberapa kali dia
melangkahkan kaki, badan kecilnya sudah kuyup dihantam air hujan.
Sialnya setelah tiba di rumah ternyata tidak ada orang,
berkali-kali Kia memanggil ibunya namun tidak ada sahutan dari dalam. Tiba-tiba
ada tetangga yang menghampiri Kia sambil membawa payung memberitahukan bahwa
ibu dan adiknya sedang pergi kerumah neneknya yang sedang sakit.
“Kia
sebaiknya kamu ikut tante ke rumah tante, ibumu sedang pergi kerumah
nenekmu. nenekmu lagi sakit, nanti kalau ibumu sudah pulang baru kamu pulang ke
rumah” ajak tetangga itu
“apa
ibu berpesan kalau dia akan menginap di rumah nenek” sahut Kia
“tidak,
sore nanti ibumu akan pulang”
“terima
kasih tante, kalau begitu aku akan di sini saja menunggu ibu sampai pulang”
“baiklah,
kalau itu maumu tante tidak bisa memaksa, hati-hati, jika perlu apa-apa datang saja ke rumah tante.”
Hujanpun
mulai reda, dengan badanya yang masih basah Kia merasa lapar, dia pun mengambil
roti dari dalam tasnya beserta botol berisi air minumnya, dia makan roti sisa
jajannya itu dengan lahap, setelah memakan roti Kia pun tertidur di depan pintu
rumahnya. Sore hari selepas ashar ibu Kia pun datang, ibunya membangunkan Kia
menyuruh Kia masuk ke rumah dan membersihkan badan.
Keesokan paginya Rima ibu Kia sudah
siap dengan rutinitas setiap harinya yaitu seusai menyiapkan sarapan dan
sarapan diapun mengantar anak-anaknya ke sekolah, karena arah kantor suami dan
sekolah anak-anaknya berbeda oleh sebab itu dia yang harus mengantar dan
menjemput anak-anaknya. Hari itu Rima mengantar anaknya ke sekolah dengan
menaiki bus karena motor yang biasa ia gunakan sedang mogok dan sedang diperbaiki. Setelah mengantar Kia diapun mengantar Azka anak laki-lakinya yang
baru saja masuk play grup, kebetulan sekolah Kia dan play grup Azka
bersebelahan.
Usai mengantar anaknya-anaknya, Rima
pun pergi ke pasar, ketika sedang menunggu angkot yang akan membawanya ke pasar
tanpa Rima sadari ada sosok misterius dari sebrang jalan yang memandanginya
sedari tadi, sosok itu mengenakan pakaian serba hitam, samar terlihat tidak jelas laki-laki
atau perempuan. Sampainya di pasar Rima
memilih sayuran serta bahan dapur, Rima sangat asik memilih sayuran serta ikan
dan terjadi tawar menawar pula. Di tengah hiruk pikuk pasar yang ramai di
antara puluhan orang yang sedang berinteraksi jual beli, sosok misteruis itu
ternyata mengikuti Rima dan kembali memandangi Rima. Tiba di rumah Rima
langsung mengolah bahan-bahan yang sudah dibelinya di pasar tadi, dari jendela
dapurnya terlihat seperti ada bayangan orang namun Rima tidak menyadarinya dia
tetap sibuk mencampurkan bahan satu demi satu. Asik memasak Rima diganggu
dengan suara ketukan pintu, lekaslah Rima menghentikan pekerjaanya dan beranjak
ke arah pintu. Dari balik pintu terlihatlah Kia bersama seorang perempuan yang
dikenalnya adalah guru Kia.
“selamat
siang ibu!” sapa ibu guru
“selamat
siang, Kia kenapa bu?” sahut Rima
dengan agak terkejut melihat Kia yang lemas dan pucat.
“Kia
tadi pingsan di sekolah sepertinya dia sakit jadi kami antar dia pulang” terang ibu guru seraya menyerahkan Kia ke Rima.
“Ya
ampun ibu terima kasih sudah repot-repot mengantarkan Kia, kenapa tidak telepon
saja biar saya yang jemput Kia”
“tidak
apa-apa bu saya tidak keberatan lagi pula itu juga sudah menjadi tanggung jawab
sekolah, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu karena saya harus kembali ke
sekolah untuk mengajar, untuk Kia semoga lekas sembuh”
“iya
bu sekali lagi saya ucapkan terima kasih”
Rima pun membawa Kia ke kamar dan
membaringkan Kia di tempat tidur, benar saja Kia sakit badannya mungkin karena
kehujanan kemarin, tiba Rima mencium bau hangus dia baru ingat kalau dia tadi
memasak dengan terburu-buru dia ke dapur dengan gelagapan Rima segera
menyelesaikan masakannya. Dari jendela dapur terlihat ada bayangan serupa
manusia namun Rima tidak menyadarinya dia lebih sibuk dengan masakannya yang
hampir hangus. Selesai dengan dapur Rima kembali ke kamar Kia dengan membawa
makanan dan beberapa obat-obatan untuk Kia. Rima pun menyuapi Kia dan
meminumkan obat penurun demam untuk Kia, tak lama Kia pun tertidur. Ketika Kia
sedang tidur Rima pun pergi untuk menjemput Azka di play grup.
***
Hari liburpun tiba keluarga Rima
memilih untuk berlibur ke pantai yang berada di kota mereka, di perjalan mereka
asik bernyanyi dengan riang gembira. Tiba di pantai tujuan keluarga Rima memilih untuk menyewa sebuah villa tak
jauh dari pantai, dari villa itu mereka bisa menikmati keindahan pantai pagi,
siang, sore dan malam. Rencananya mereka akan berlibur selama lima hari. Pada
malam hari pantai itu semakin indah terlihat birunya laut nampak seirama dengan
kelamnya malam bertabur bintang. Malam yang indah itu mereka habiskan dengan
membakar jagung dan lain-lain. Tak jauh dari mereka di balik kegelepan terlihat
ada bayangan ternyata itu adalah sosok misterius yang selama ini terus
mengawasi Rima dan kembali kali ini sosok itu mengawasi Rima dengan sorot mata
yang tajam tak ada yang tahu niat apa di balik semua ini jahatkah atau tidak
karena lagi-lagi Rima tidak menyadari kalau dia sedang diperhatikan dan
diawasi, Rima hanya asik bersenang-senang dengan anak-anak dan suaminya.
Hari kedua mereka berlibur, siang
hari mereka habiskan dengan berenang di pantai dan makan-makan. Malam harinya
mereka Cuma diam di villa karena memang malam itu hujan sangat deras, mereka
bisa saja pergi ke luar dengan menggunakan mobil namun petir yang bersahutan
dirasa tidak memungkinkan untuk beraktivitas ke luar. Ketika jam menunjukan
pukul 22:00 mereka semua pun beranjak ke kamar untuk tidur sudah tidak ada lagi
yang bisa mereka lakukan lebih baik mereka beristirahat saja. Malam semakin
larut tidur mereka semakin pulas hujanpun semakin deras dan nampaknya enggan
untuk reda. Dari balik jendela kamar yang berembun tertutup tirai tipis berwarna putih tembus pandang kembali muncul
sosok misterius itu, apa yang dia lakukan malam-malam di tengah hujan yang
deras seperti ini, kenapa dia terus mengikuti
kemana Rima pergi apa dia dia tidak memiliki tempat tinggal dan apa dia tidak memiliki
pekerjaan sehingga setiap waktu hanya memandangi dan mengawasi Rima, apa yang
dia inginkam dari Rima.
Ayam berkokok menandakan waktu telah
menunnjukan pagi hari. Pagi itu terasa sangat segar dan sejuk mungkin karena
hujan tadi malam. Hari ini mereka berencana untuk jalan-jalan mencari tempat
wisata lain yang ada di sekitar pantai tersebut, mereka memilih untuk pergi ke
kebun binatang. Sampai di kebun binatang Kia dan Azka terlihat sangat gembira,
mereka begitu senang saat melihat koleksi binatang yang ada di kebun binatang
itu. Lelah berputar-putar melihat binatang yang ada di situ, mereka pun
beristirahat di bangku taman karena kelelahan Azka pun meminta minum. Rima pun
membelikan air minum di warung sebrang jalan namun sial ketika Rima hendak
kembali dan menyebrang jalan tiba-tiba dari sudut jalan lain ada pengendara
motor dengan kecepatan tinggi menabrak Rima, Rima pun terbanting hingga
beberapa meter dan mengalami luka di bagian kepala. Dengan cepat Bagas suami
Rima membawa Rima ke rumah sakit terdekat.
Di rumah sakit Rima langsung
ditangani oleh dokter, selesai proses pemeriksaan dokter pun menjelaskan kepada
Bagas bahwa Rima mengalami koma karena pendarahan yang hebat pada kepalanya dan
tulang belakangnya retak serta kakinya patah. Bagas pun sangat terpukul
mendengar penjelasan dari dokter tersebut. Hari berlalu sudah lima hari Rima
Koma dan tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan sadar. Lima hari waktu yang di
jadwalkan untuk liburan hanya dilalui mereka selama tiga hari. Liburan yang menyenangkan
berakhir dengan musibah yang tak diinginkan.
Pada hari ketujuh di rumah sakit
barulah Rima sadar, suami dan anak-anaknya menyambut dengan suka cita. Setelah
di lakukan pemeriksaan Rima dipindahkan ke ruang rawat biasa. Tiga hari di
ruang rawat keadaan Rima terus membaik namun belum diperbolehkan pulang oleh
pihak rumah sakit. Siang itu Rima asik bercanda dengan anak-anak dan suaminya
tiba-tiba saja Rima pingsan, Bagas panik dan langsung saja memanggil dokter,
setelah di periksa oleh dokter Rima tidak apa-apa mungkin agak sedikit lelah.
Sadar dari pingsan Rima melihat
anak-anak dan suaminya berada di sisi ranjang tempat ia berbaring, Rima
tersenyum memandang suaminya yang juga disambut senyum serta belaian oleh
suaminya. Rima pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang bersebrangan
dengan ranjanggnya, di depan pintu Rima melihat ada sosok yang tak dia kenal,
sosok itu adalah sosok misterius yang selama ini mengikuti dan terus
mengawasinya dan ini untuk pertama kalinya Rima melihat sosok tersebut, sosok
itu terus mendekati ke arah Rima, Rima hanya menatapnya dengan ketakutan, Rima pun mengalihkan pandangan
kesuaminya untuk minta tolong entah kenapa dia tidak punya kekuatan untuk
bergerak bahkan berucap sekata pun, ditatapnya terus suaminya namun suaminya
hanya tersenyum padanya, Rima pun sadar bahwa hanya Rima yang melihat sosok itu
sedang suami dan anak-anaknya tidak, sosok itu terus mendekat dan semakin dekat
ke arah Rima, Rima hanya melotot ke arah sosok itu. Kini sosok itu pun tepat
berada di hadapan Rima. Mendadak sosok itu mendekap Rima sontak Rima terkejut
dan memejamkan matanya.
Tiba-tiba Bagas berteriak memanggil
dokter dengan tergesa-gesa karena melihat istrinya kembali pingsan, setelah
diperiksa oleh dokter, dokter menyatakan bahwa Rima telah meninggal dunia.
Sontak suasana yang tadinya hening berubah menjadi derai air mata oleh Bagas
dan Kia Azka yang masih sangat kecit hanya
melongo dengan polosnya melihat ayah dan kakaknya menangis. Setelah di
bawa kerumah dimandikan, dikafankan dan disholatkan Rima pun di makamkan di
tempat pemakaman keluarga. Bagas sangat terpukul atas kepergian Rima wanita
yang sangat ia sayangi dan cintai, ibu yang baik bagi anak-anaknya, istri yang
patuh dan taat pada suami. Semasa hidup Rima termasuk orang yang taat pada
agama.
Usai pemakaman semua orang pun
beranjak pergi termasuk Bagas dan anak-anaknya. Setelah semua orang pergi
tiba-tiba sosok misterius itu muncul dan menatap ke arah kuburan Rima sosk itu
bergumam “aku lah temanmu sejatimu, paling dekat denganmu tapi terkadang
kamu tidak sadar, tempatku adalah disampingmu bersamamu mengawasimu kapanpun
dan dimana pun, aku hanya menunggu perintah Tuhan untuk menunjukan siapa aku
kepadamu dan aku ada di setap diri manusia”
********
cerpen "Fifty sadis of yeni" ada kah yen? buahahaha
BalasHapusada, handak tingkat "sadis" yang kaya apa.
Hapus